...
Saya dan Prof Samsuridjal (Djauzi) menganggap pendidikan harus tidak semata-mata mengutamakan ilmu, tetapi juga komunikasi, empati, dan itu berhubungan dengan etika profesi. Etika profesi tidak bisa dipelajari hanya dari bukunya Ikatan Dokter Indonesia.
Empati hanya muncul dari bawah, dari komunikasi. Untuk mengetahui keadaan pasien bukan hanya dari jawaban yang diungkapkan pasien, tetapi juga dari (ekspresi) wajahnya. Cocok enggak dengan jawabannya. Komunikasi itu untuk mengetahui jawaban, dari situ kita mengembangkan empati.
Tidak semua orang memiliki empati. Apakah bisa diajarkan? Secara teori bisa, tetapi untuk dapat menguasai penuh perlu ada landasannya. Landasan itu didapat ketika orang pernah merasakan kasih sayang. Sebab itu, memang harus dikembalikan ke pendidikan dasar, yaitu keluarga.
....