Me, Mine, & Mind. The Dropping Zone.

Linknovita's Site - interesting conversationAug 28, '06 1:04 AM
for everyone
Link: http://bonjovee.multiply.com/journal/item/38

An atheist professor of philosophy speaks to his class on the
problem science has with God, The Almighty.

He asks one of his new students to stand and .....

Prof: So you believe in God?
Student: Absolutely, sir.

Prof: Is God good?
Student: Sure.

Prof: Is God all-powerful?
Student: Yes.

Prof: My brother died of cancer even though he prayed to God to heal him.
Most of us would attempt to help others who are ill. But God didn't.
How is this God good then? Hmm?

(Student is silent.)

.......
------------------

Wah diskusi yg menarik nih! Dan (katanya) ternyata benar2 terjadi!


ianaja wrote on Aug 28, '06
Ini kalau suatu kejadian dilihat hanya dari satu sisi. Coba kalau si prof. tahu bahwa dgn kematiannya, si brother lebih merasakan ketenangan dan tidak merasakan sakit yg tak tertahan lagi.
wikan wrote on Aug 28, '06
ianaja said
Ini kalau suatu kejadian dilihat hanya dari satu sisi. Coba kalau si prof. tahu bahwa dgn kematiannya, si brother lebih merasakan ketenangan dan tidak merasakan sakit yg tak tertahan lagi.
yup, kematian bukanlah sesuatu yang jelek. ya tho?
droppingzone wrote on Aug 29, '06
Kalau mau baca lengkapnya sih ada di link tersebut. Menarik sekali. Apalagi (katanya) itu kisah nyata.

Soal kematian & rasa sakit, sempat tuh sedikit dibahas pak Quraish tempo hari di pengajiannya di masjid Sunda Kelapa. Intinya, mati itu sebenarnya tidak menyakitkan. Kalo menyakitkan, itu ada faktor2 lain yang berperan. Dalam Quran (saya lupa), banyak yg ayat yg disimpulkan bahwa mati itu tidak menyakitkan. Bahkan doa bangun tidur, "Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami sesudah mati", itu menunjukkan bahwa mati itu bisa seperti tidur saja, enak ya? Nah penyakit itu adalah salah satu faktor yg menyebabkan kematian itu menjadi tidak enak. Dan ini membukakan saya bahwa soal kematian yg menyenangkan itu bukan cuma hanya dapat dibahas dari segi filosofi saja, tetapi juga termasuk rasa yang real, seperti kulit dll.

Soal kematian karena sakit, apakah itu kehendakNya? Ini sepertinya masih ada perdebatan, ya seperti si Prof dan siswanya itu lah. Mungkin si Prof merasa putus asa, dan tidak dapat berbuat apa2 dan menyerahkan seluruhnya kepadaNya. Di sisi lain, kalo itu akibat manusia sepenuhnya, di mana kekuasaanNya? Dan kalo begitu apa berarti Tuhan itu tidak baik? (is God good?).

Sebenarnya sederhana saja koq. Tuhan itu sangat Maha Pengasih & Penyayang, sehingga kalau ada yg mati karena sakit, itu bukan kehendakNya. Itu adalah karena ketidak/belumtahuan manusia terhadap penyakit. Jadi tidak termasuk dosa, hanya rugi saja. Karena itu lah, saya jadi mengerti kenapa di surah Al Ashr, Allah bilang bahwa sesungguhnya manusia itu di dalam kerugian. Bukan dosa lho, seperti konsep/filosofi suatu agama lain.

Teringat dgn kata2 teman saya di Pustena Salman, si X meninggal masuk sumur karena bunuh diri, si Y meninggal masuk sumur karena terpeleset saja. Si X jelas berdosa karena niatnya. Si Y? Jelas tidak berdosa, tetapi rugi, karena waktu yang diberikanNya agar bisa mengapresiasikan diri di dunia jadi berkurang.

Karena itu kalo ada muslim yg ultah, saya ucapkan selamat, dan kalo bisa sih ya ada lagu "panjang umurnya 3x serta mulia 3x" (tahu kan lagu ini?), karena logika di atas. Ga Islami? Hehehe, ada yg ngomong nih, "Sesungguhnya orang yg beruntung itu adalah yg panjang umurnya dan banyak amal baiknya", hayo tahu ga siapa tuh yg bilang itu? [ jadi sebenarnya di masyarakat kita itu soal ultah, sudah Islami ya?]
ianaja wrote on Aug 29, '06
"Sesungguhnya orang yg beruntung itu adalah yg panjang umurnya dan banyak amal baiknya"
Hidup, mati, jodoh, dan rezeki itu bukannya takdir Allah, ya? Nah, untuk maksud panjang umurnya ini, bukan arti bahwa usianya panjang (baca; hidupnya lama). Mungkin lebih tepatnya berkah usia. Usianya tidak dihabiskan untuk hal-hal yang tidak berguna. Selalu diisi dengan kebaikan. Jadi, ketika ia menjumpai ajalnya, maka segala kebaikannya masih senantiasa terasa bagi orang-orang di sekitarnya yang masih hidup.

Nah, mungkin inilah maksud dari "panjang umurnya". Dalil naqli dau qauli-nya lan gak punya seh. Cuma pendapat lan aja kali, ya? Kalau nggak bener tolong diingatkan. Al haqqu min Rabbii.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.