Link: http://simplyndah.multiply.com/journal/item/97 Semoga tidak bertemu kejadian begini lagi, harus menolong korban “lawan jenis” . Sebisa mungkin tidak bersentuhan, meski mungkin akan jadi lain kalau kondisinya darurat.   Nah ini dia ternyata penyebabnya. Bagaimana tuh dalilnya?
Jadi ingat cerita seseorang. Seorang mahasiswa berjalan dgn temannya, mahasiswi, (siang hari lho, ya murobbii ;) ) di pinggiran berumput lapangan basket di kampusnya. Ketika berdiskusi sambil berjalan, si mahasiswi terpeleset, mungkin karena rumput yang basah. Dengan reflek si mahasiswa meraih tangan temannya tersebut sehingga tidak sampai jatuh terduduk. Nah, kalau si mahasiswa itu juga mengikuti pemahaman dalil seperti di atas, "wah haram" dan terlepas lah tangan si teman, dan jatuh lah dia. Kalau akibatnya fatal? (jatuh terduduk itu kan bisa berbahaya, mengingat tulang punggung adalah jalur utama syaraf). Itu hanya di lapangan rumput, bagaimana kalau kejadian yg lebih hebat lagi?
Hal ini menggelitik qolbu saya (hehehe, definisi "qolbu"-nya sama ga ya?). Tidak mungkin ayat-ayat Allah di alam ini, termasuk di dalam tubuh kita dan pemikiran kita, akan bertentangan dengan ayat-ayat Allah di Quran?
Sepertinya banyak kata-kata dalam bahasa Arab yang saya ingin tahu, misalnya saja soal "bashar" (ghodul bashar?). Memandang atau melihat? Wah bahkan saya juga tertarik pada kata-kata dalam bahasa Indonesia. Wah menarik juga ya belajar bahasa. (Matematika ternyata juga termasuk bahasa, secara filosofi gitu looh!)

Nah mumpung ada mbak Ian, coba dong dikupas lagi lebih dalam mengenai dalil-dalil (yang sepertinya dalam bahasa Arab ya murobbii?) yang menjadi dasar pemikiran dalam kejadian ini. Saya ingin tahu, agar saya tidak salah langkah, apalagi jika saya menyebarkan pemikiran saya yang salah. Show us the straight way, the way of those on whom Thou hast bestowed Thy Grace, those whose (portion) is not wrath, and who go not astray. Aamiin. (1:6-7) 
 | diperpanjang semoga untuk kebaikan ya, bukan untuk debat tanpa makna dan bukan untuk memperparah salah faham diantara semua  |
 | ardanti wrote on Mar 26, '07, edited on Mar 26, '07 ya memang untuk kebaikan .. mbak :) eh debat untuk kebaikan bagus kan ? Lho debat tanpa makna itu maksudnya apa y a? hmm memang jadi ada indikasi memperparah salah faham di antara semua ya ? di mananya ya ?
-banyak nanya kayak tamu - :D
|
 | emmm... untuk mengupas masalah dalil2, ian belum punya kapasitas utk itu. tetapi jelas ini menjadi pemicu untuk terus belajar.
ian jadikan PR dulu krn belum sempat2 ngebet2 referensi. |
 | septiayudhi wrote on Mar 28, '07, edited on Mar 28, '07 Tapi walaupun siang2 kalau berjalan berdua dg lawan jenis juga nggak boleh sebenarnya. apalagi sempet reflek nangkep waktu kepleset berarti kan deket banget. |
 | Tapi walaupun siang2 kalau berjalan berdua dg lawan jenis juga nggak boleh sebenarnya. apalagi sempet reflek nangkep waktu kepleset berarti kan deket banget.  Dasar2nya soal siang2 jalan berdua apa ya oom? Emang jarak minimalnya itu gimana? Berapa meter? Sepertinya mbak Indah bisa memberikan dalil2 yang lebih lengkap dan menyeluruh. Dan dalam soal kata/bahasa Arab ada mbak Ian nih. (Soalnya saya merasa ada yg tidak konsisten dgn pemahaman di atas dengan logika, Quran, riwayat dll). |
 | Soal yang berduaan baik siang2, malam2, baik itu jalan, duduk, makan2, dsb dasarnya yg dalil nggak boleh berduaan dg non mahram krn yg ketiga adalah syaithon. Ya udah tanya mbak iNdah aja kalau pengen lebih jelas. |
 | Soal yang berduaan baik siang2, malam2, baik itu jalan, duduk, makan2, dsb dasarnya yg dalil nggak boleh berduaan dg non mahram krn yg ketiga adalah syaithon. Ya udah tanya mbak iNdah aja kalau pengen lebih jelas.  Wah wah wah, coba deh cermati dalil2 yg diberikan mbak Indah berikan di alamat yang saya link-an di atas.  Dan dalil2 yg belum diungkapkan mbak Indah itu banyak lho! Jika semua dalil disertakan, dan dengan akal (qolbu) yg jernih, sepertinya kesimpulannya tidak seperti yang oom septiayudhi simpulkan deh.  Dulu saya juga seperti oom septiayudhi lho..... Dan banyak hal yg saya temui, banyak pertentangan. Dan sepertinya banyak yg diajarkan kepada saya itu ternyata tidak benar2 berdasarkan pada pemikiran yg lebih jernih dan bahkan penafsiran dalil yg lebih benar. Yuk mulai berpikir jernih, sehingga kita semua termasuk orang2 yg bersyukur. (nah lho, apa pula arti dari "syukur" ini ya?) |
 | Pria diciptakan untuk melindungi wanita |
| |